Gagal jantung adalah kondisi serius pada jantung yang tidak memompa darah ke seluruh tubuh secara efisien. Gagal jantung juga dikatakan sebagai suatu sindroma pada fungsi jantung berhubungan dengan penurunan toleransi latihan, insidensi aritmia yang tinggi, dan penurunan harapan hidup. Di Indonesia, prevalensi gagal jantung pada keseluruhan populasi antara 2-30 persen. Angka prevalensi meningkat tajam pada populasi usia 75 tahun sehingga prevalensi pada kelompok usia 70-80 tahun sekitar 10-20 persen. Di Amerika, gagal jantung menyerang sekitar 5 juta penduduk Amerika. Secara kasar, setiap tahun terdapat 550.000 jiwa yang didiagnosis gagal jantung. Gagal jantung adalah alasan utama kenapa orang-orang dengan usia di atas 65 tahun harus dirawat di rumah sakit.
Sekitar 40 persen yang datang ke rumah sakit dengan diagnosis gagal jantung, meninggal atau mendapat perawatan inap kembali dalam waktu satu tahun pertama. Gagal jantung tidak berarti jantung telah berhenti bekerja. Gagal jantung adalah kurang mampu memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh, sehingga tekanan di dalam jantung naik. Akibatnya, jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Gagal jantung merupakan kelainan multisistem dimana terjadi gangguan pada jantung, otot skelet dan fungsi ginjal, stimulasi sistem saraf simpatis serta perubahan neurohormonal yang kompleks. Pada disfungsi sistolik terjadi gangguan pada ventrikel kiri yang menyebabkan terjadinya penurunan cardiac output. Hal ini menyebabkan aktivasi mekanisme kompensasi neurohormonal, renin–angiotensin–aldosterone system (RAAS) serta kadar vasopresin dan natriuretic peptide yang bertujuan untuk memperbaiki lingkungan jantung sehingga aktivitas jantung dapat terjaga.
Secara sederhana, bilik jantung dapat merespons dengan merenggang untuk membawa lebih banyak darah untuk dipompa ke seluruh tubuh. Bilik jantung mungkin menjadi lebih kaku dan menebal. Hal ini membantu untuk menjaga darah bergerak untuk sementara waktu, tetapi dinding otot jantung dapat melemah dan tidak akan mampu untuk memompa kuat. Respons ginjal akan menyebabkan tubuh menahan air dan natrium. Jika air menumpuk di lengan, kaki, pergelangan kaki, kaki, paru-paru, atau organ lain, tubuh menjadi bengkak karena air yang disebut dengan edema, sehingga gagal jantung kongestif terjadi.
Seseorang yang mengalami gagal jantung bukan berarti jantungnya telah berhenti bekerja, melainkan daya pompa jantungnya menjadi lemah. Karena itu mereka yang mengalami kondisi ini membutuhkan pengobatan untuk memperlambat perburukan penyakit serta mengontrol gejala selama mungkin.
Pada sebagian besar kasusnya, gagal jantung merupakan kondisi seumur hidup yang tidak dapat sembuh sepenuhnya. Dalam kasus demikian, penanganan yang terdiri dari kombinasi obat-obatan, peralatan penopang jantung, dan operasi perlu dilakukan sesuai dengan keadaan penderita.
Keefektifan pengobatan gagal jantung bukan hanya tugas dokter, namun juga harus didukung oleh kerjasama dari pasien dengan menjalani pola hidup sehat.
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah gagal jantung, di antaranya:
S.LUTENA merupakan nutrisi kesehatan tubuh secara total yang berfungsi untuk memperbaiki metabolisme tubuh dan memperbaiki kerusakan sel tubuh secara menyeluruh. S.LUTENA ini bisa membantu mempercepat penyembuhan berbagai penyakit, pemakaian dalam waktu lama tidak menimbulkan efek samping apapun bahkan bisa menjadikan tubuh kita kembali muda (antiaging). Kandungan antioksidan dari 6 karatenoid yang terdapat dalam s.lutena ini diperlukan tubuh untuk memperbaiki kerusakan sel baik karena aus maupun karena suatu penyakit tertentu.


0 komentar on SLUTENA NUTRISI UNTUK PENGOBATAN GAGAL JANTUNG :
Post a Comment and Don't Spam!